Aku Belum Siap Untuk KALAH
Memang semua dimulai dari saat kita terjatuh dan belajar berdiri kembali agar kita paham dimana letak batu kesalahan yang akan aku hadapi diperjalanan yang akan datang. Waktu memang mengajarkan segala macam rasa kehidupan dan memberikan garam pengalaman yang tak ternilai harganya,tapi kehidupanku dimulai dari kekelahan yang kulakukan sendiri. Dan ketika getahnya mengenaiku aku baru sadar ternyata kesalahanku dulu berakibat terjadinya rututan panjang sebuah pemikiran dimana kekalahan harus aku alami. Dari kecil aku tidak pernah berani untuk bertarung di arena itu karena ketakutanku untuk masuk ke arena itu sungguh luar biasa lebih dari alasan yang aku muntahkan untuk menolak masuk arena tersebut. Aku baru menyadari bahwa arena tersebut adalah arena pembelajaran bukan arena bertarung seperti apa yang dimimpikan oleh ketakutanku kerena rasa ketidak mampuanku.
Mimpi kecil kutulis oleh kesombonganku diantara ketakutan yang ada dalam hatiku "aku percaya tuhan itu adil menempatkan aku di posisi ini",tapi memang benar yang seperti ku katakan keadilan datang bergantung pada keikhlasan dari diriku sendiri untuk membaranikan diri mengatakan aku siap kalah ituk kali ini. Mulut memang lebar mengeluarkan apapun yang kita telan tanpa bisa terurai kembali seperti semula,aku memang belum siap untuk kalah di waktu ini. Tetapi terdengar angin bertiup orang yang kalah belum tentu mempunyai mental kalah karena itu cara mendidik sang kalah untuk menggapai mimpi juara.
Mimpi kembali kutulis mengharap bintang juara ada di gengaman tangan yang pincang karena yang satu dan yang lain tidak akan memegang bintang ini secara bersamaan karena kebimbangan hati ini untuk meyakinkan diri bahwa akulah sang juara, ini semua terhapus dengan sebuah kekalahan yang sangat aku perkirakan sebelumnya. Aku sudah siap kalah untuk belajar tentang sebuah pertempuran tapi aku slalu merasa kekalahanku ini karena aku tidak siap untuk kalah. Aku hanya siap untuk mengucapkan aku menang atas kekalahanku yang tidak akan terjadi ketika keyakinanku untuk kalah hampir sama dengan keyakinanku untuk menang di hari ini.
Memang aku belum siap untuk kalah,tapi seperti ini kekelahan yang dari kecil seharusnya aku coba agar aku bisa mempersiapkan diri untuk menang di kemudian hari. Seperti yang ayahku sampaikan dulu " waktu kemenangan itu telah direncanakan tinggal bagaimana kita mempersiapkan diri untuk membawanya pulang sebagai hadiah atas seluruh pembelajaran kekalahan yang sudah kita lalui karena memang kita sudah siap untuk berlari tanpa pernah terjatuh dikemudian hari.
It's good boy,,
BalasHapusbe a better leader for Indonesia future