Minggu, 18 November 2012

Hari yang sama, kesalahan yang sama


Wanita adalah seseorang yang membuatku selalu salah, tidak tahu mengapa ini terjadi mungkin bukan hanya aku saja yang mengalami (mungkin) tapi aku memang selalu tidak bisa mengatakan "tidak" untuk apa yang dia minta. Terkadang aku mulai berfikir kenapa ini terjadi padaku "hahahahahh bodohnya aku" yang selalu bisa untuk para wanita (yang aku suka), kadang trauma ini sering kulakukan lagi bahkan berkali-kali. teringat kata dari seseorang (kakek pencarian rumput) "jodoh itu nanti akan datang dengan sendirinya tanpa perlu kita paksakan". Mendengar celotehan ringan itu aku berfikir untuk membuat semua tampak tidak terjadi masalah, walau hati menangis 'kapan berhenti seperti ini.
memang pria terkuat manapun pasti akan kalah oleh seorang wanita, tetapi wanita sekuat apapun tidak akan bisa menghidari hatinya yang sangat lemah itu. Kadanhg ingin rasanya menghentikan rasa ingin memiliki wanita "tapi yang ada malah para wanita baru malah makin menjadi di kehidupanku " . Tapi kenapa aku masih saja memikirkan salah seoramng wanita yang tidak atau mungkin aku miliki " SMA" sebenarnya aku berlari dari dirinya atau aku yang mencari pengganti dia. Kadang banyak hal yang membuatku teringat pada dia bahkan wajah dia selalu menyamai wnita yang aku dekati "Cinta gila" atau " kena pelet ya". Banyak mimpi bahkan fantasi yang ku lakukan saat harapan dia ada di sampingku..

Senin, 29 Oktober 2012

“ MATA ( selamat tinggal ) ”


MATA ( selamat tinggal )
SINOPSIS
Salam perpisahan yang disampaikan Angga kepada kekasihnya Vanny, dimana dia menyampaikannya melalui kenangan yang telah terjadi di antara mereka. Kenangan ini disampaikan dengan sebuah kisah dari mata Angga selama bersama Vanny. Untuk sebuah kenangan yang akan dikenang selama dia masih menunggu Ditempat ya “?”
PEMERAN
Vanny (cewek), angga (cowok)
PENOKOHAN
Vanny
Cewek 19 tahun  yang manis , imut , lucu ,selalu bersemangat dalam menjalani hidup, berpenampilan biasa santai. Suppel , periang & energik
Angga
cowok 20 tahun yang selalu santai menjalani hidup, pendiam ,penampilan biasa, sering telat ketika ada janji , membuat vanny bahagia ,marah ,sedih,tertawa.
ALUR CERITA
flasback
SETTING CERITA
1.      Kamar  Vanny
2.      Jalan raya
3.      Parkiran motor
4.      Lorong perpus
5.      Tempat duduk diperpus
6.      Ruang baca perpus
7.      Lift perpus
8.      Kantin perpus
9.      Jalan ditaman
10.  Depan Rumah Vanny
11.  Kantin pusat  
12.  Atap gedung
13.   Kamar Vanny
SKENARIO
Alur  Film

Scene 1.(indoor) depan pintu kamar  vanny
Angga ingin membuka pintu kamar vanny  yang terkunci , dengan perlahan angga meraih gagang pintu kamar Vanny dan membukanya. Dan kemudian terlihat Vanny yang tertidur diatas kasur.
                Shot 1. Gambar  punggung angga yang sedang berdiri didepan pintu (kamera dibelakang punggung angga)
                Shot 2. Gambar gagang pintu yang akan dibuka oleh angga , tangan angga mendekat menuju gagang pintu kamar( kamera menjadi mata Angga dari pandangan dari atas)
                Shot 3. Gambar pintu yang terbuka dari samping smbil melihatkan tangan angga yang memegang gagang pintu (kamera di ambil dari samping memperlihatkan pintu yang terbuka)
                Shot 4. Gambar sudut pintu yang terbuka dimana disana terlihat Vanny yang sedang tertidur dikasur. ( kamera menjadi mata Angga)

 Scene 2. (outdoor) jalan raya dan parkiran motor
Angga menaiki motor untuk berangkat kuliah , kemudian memarkir motornya diantara motor-motor lainnya yang terparkir.
                Shot 1. Gambar angga yang menaiki motor menyusuri jalan menuju kampus untuk kuliah ( kamera menjadi mata Angga)
                Shot 2. Gambar angga yang sedang memarkir motor di tempat parker (kamera memperlihatkan standar yang sedang diinjak oleh kaki angga diambil dari belakang motor)

Scene 3. (outdoor) lorong perpus
Angga berjalan dilorong untuk menuju perpustakaan, dan kemudian angga melihat Vanny yang sedang duduk di kursi depan perpus . kemudian Vanny melambaikan tangan untuk memanggil Angga
                Shot 1. Gambar Angga berjalan melewati lorong sambil memandang sekitar lorong (kamera menjadi mata angga sambil bergerak kanan kiri seperti orang yang sedang menoleh kanan kiri )
                Shot 2. Gambar  Angga berjalan menuju tempat duduk depan perpustakaan dan melihat Vanny yang melambaikan tangan memanggil angga(kamera menjadi mata angga dari kejauhan)
                Shot 3. Gambar  Angga mendekat menuju tempat duduk Vanny sambil melihatnya tersenyum (kamera menjadi mata angga dan memperhatikan senyum Vanny dari dekat sambil menurunkan kamera seperti orang yang sedang duduk)

Scene 4. (outdoor) tempat duduk depan perpus
Vanny bercanda dan bercerita tentang semua yang terjadi hari ini.
                Shot 1. Gambar  melihatkan Vanny yang berbicara banyak sambil tertawa-tawa (kamera menjadi mata angga yang memperhatikan Vanny dari dekat)
                Shot 2. Gambar tangan angga yang memberikan secarik kertas kepada Vanny ketika vanny masih bercerita dan tertawa-tawa (kamera menjadi mata angga dan kemudia kamera memperlihatkan tangan kanan  angga yang memberikan secarik kertas didepan Vanny
                Shot 3. Gambar  vanny duduk sendiri dan didepannya tidak ada orang hanya ada secarik kertas disebelah kirinya (kamera berada dibelakang  Vanny memperlihatkan punggung Vanny dan dan secarik kertas yang berada di atas meja)
                Shot 4. Gambar tangan Vanny mengambil kertas tersebut (kamera berada disebelah kanan dan posisi kamera diatas meja)
                Shot 5. Gambar Vanny yang membuka gulungan kertas tersebut yang bertuliskan “Maaf, tidak bisa melihatmu tersenyum lagi” (kamera berada di sebelah bahu kanan dan terlihat tulisan di atas kertas tersebut)

Scene 5. (indoor) Ruang baca perpustakaan
Angga dan Vanny belajar bersama ruang baca perpustakaan , Vanny menyodorkan buku sambil bertanya. Angga membaca buku kemudian melihat Vanny yang tertidur dimeja.
                Shot 1. Gambar  angga yang duduk di ruang baca perpustakaan sambil membaca buku (kamera mejadi mata angga dan memperlihatkan buku yang sedang dibaca angga)
                 Shot 2. Gambar Vanny datang sambil membawa buku ketika angga sedang membaca buku kemudian angga menutup bukunya dan memperhatikan Vanny yang tersenyum (kamera menjadi mata angga memperlihatkan angga yang sedang menutup buku kemudian menurunkan buku dan memperhatikan Vanny yang tersenyum semringah didepan angga)
                Shot 3. Gambar Vanny yang sedang membaca kemudian menurukan buku sambil tersenyum dan menyodorkan kepada angga sambil bertanya, dan angga menyodorkan tangannya sambil menunjukkan jawabanya (kamera menjadi mata angga dan tangan angga yang kanan terliahat dikamera sambil menujuk halaman buku yang di tanyakan Vanny)
                Vanny :hehehehehehe , nga yang ini gimana caranya
                Angga : yang ini jawabanya ini van ,caranya kayak tadi
                Shot 4. Gambar Angga membaca buku kemudian menurunkanya dan melihat vanny yang tertidur dimeja sebelah kirinya ada buku (kamera menjadi mata angga memperlihatkan angga yang sedang menutup buku kemudian menurunkan buku dan terlihat vanny yang tertidur diatas meja)
                Shot 5. Gambar tangan angga yang menyelipkan secarik kertas kepada Vanny ketika dia sedang tertidur (kamera menjadi mata angga dan kemudia kamera memperlihatkan tangan kanan  angga yang menyelipkan secarik kertas dibuku yang telah dibacanya)
                Shot 6. Gambar Vanny yang terbangun dan terkejut melihat bukunya terselip sebuah kertas  ( kamera berada didepan buku dan kepala Vanny yang tertidur)
                Shot 7. Gambar Vanny mengambil kertas yang terselip dibuku tersebut (kamera berada disebelah kanan dan posisi kamera diatas meja)
                Shot 8. Gambar Vanny yang membuka gulungan kertas tersebut yang bertuliskan “Maaf, tidak bisa menjagamu terlalep ” (kamera berada di sebelah bahu kanan dan terlihat tulisan di atas kertas tersebut)
Scene 6. (indoor) Lift perpustakaan
Angga dan Vanny menunggu lift yang akan membawa mereka turun , Angga memegang tangan Vanny dan memasuki lift yang terbuka .
                Shot 1. Gambar vanny dan anggga yang sedang menunggu didepan lift (kamera berada dibelakang mereka berdua)
                Shot 2. Gambar memperlihatkan indikator lift (kamera menyorot keindikator lift)
                Shot 3. Gambar  angga mengengam tangan  Vanny sambil memasuki lift yang terbuka ( kamera mengambil gambar ke tangan angga dan vanny sambil mereka memasuki lift dari arah belakang mereka)
                Shot 4. Gambar vanny yang mengengam secarik kertas ketika keluar dari lift ( kamera menyorot kea rah tangan vanny saat dia keluar  dari lift )
                Shot 5. Gambar Vanny yang membuka gulungan kertas tersebut yang bertuliskan “Maaf, tidak bisa menemanimu disini ” (kamera berada di sebelah bahu kanan dan terlihat tulisan di atas kertas tersebut)

Scene 7. (indoor) Kantin perpus
Angga dan vanny makan berdua di kantin perpustakaan menikmati makanan dan minuman sambil berbincang bincang.
                Shot 1. Gambar angga dan vanny yang sedang makan berdua dikantin perpus (kamera menjadi mata angga dan melihat vanny yang bercerita sambil meminum minumannya)
                Shot 2. Gambar vanny yang meminum minumannya kemudian angga membuka tangannya yang terdapat secarik kertas (kamera berada di sabelah tangan kanan angga dimana sudut ini bisa mengambil gambar wajah vanny dan kertas yang berada di gengamannya angga)
                Shot 3. Gambar Vanny sendiri di tempat duduk kantin perpus dan ada secarik kertas yang berada disebelah kiri depan vanny(kamera berada dibelakang kursi kantin perpus dan bisa mengambil sudut kertas dan wajah vanny)
                Shot 4. Gambar tangan Vanny mengambil kertas tersebut (kamera berada disebelah kanan dan posisi kamera diatas meja)
                Shot 5. Gambar Vanny yang membuka gulungan kertas tersebut yang bertuliskan “Maaf, tidak bisa mendengar ceritamu lagi” (kamera berada di sebelah bahu kanan dan terlihat tulisan di atas kertas tersebut)

Scene 8. (outdoor) Jalan ditaman
Angga  duduk dibangku di taman sambil menunggu Vanny datang untuk pulang
                Shot 1. Gambar Angga duduk dibangku sambil melihat sekitarnya( kamera menjadi mata angga yang menoleh kekanan kiri )
                Shot 2. Gambar angga menoleh ke kanan dan melihat vanny dari kejauhan mendekat sambil memanggil angga( kamera disebelah kiri angga tepat di samping kepala angga terlihat vannya dari kejauhan)
                Vanny : angga….” Sambil melambaikan tangan “
                Shot 3. Gambar vanny yang datang dari arah samping kanan angga sembari mengulurkantangannya dan disambut tangan angga (kamera menjadi mata angga yang melihat vanny dan kemudian tangan angga mendekati tangan vanny yang sedang mengajaknya)
                Vanny : ayo “sambil tersenyum”
                Shot 4. Gambar vanny mengulurkan tangan kearah kursi taman yang kosong dan tangannya mengenggam kertas (kamera berada disamping belakang sebelah kiri)
                Shot 5. Gambar Vanny yang membuka gulungan kertas tersebut yang bertuliskan “Maaf, tidak bisa menunggumu lagi” (kamera berada di sebelah bahu kanan dan terlihat tulisan di atas kertas tersebut)

Scene 9. (outdoor) Depan Rumah Vanny
Vanny sampai depan rumahnya dan mengucap terimakasih kepada Angga karena telah di anterin pulang
                Shot 1. Gambar vanny depan rumahnya sedang melambaikan tangannya dan mengucapkan  trimakasih pada  angga (kamera dibelakang kepala angga posisi diatas motor sambil menoleh kearah kanan juga terlihat si vanny didepan pagar rumah)
                Shot 2. Gambar HP Vanny berbunyi didalam tas (kamera dari arah samping belakang tempat posisi tas berada sambil terdengar bunyi HP)
                Shot 3. Gambar vanny melihat bahwa didepan rumahnya tidak ada angga (hamera dari arah belakang Vanny meperlihatkan suasana depan rumah Vanny yang sepi)
                Shot 4. Gambar Vanny yang membuka SMS yang  masuk HPnya tersebut yang bertuliskan “Maaf, tidak bisa menunggumu lagi” (kamera berada di sebelah bahu kanan dan terlihat tulisan di atas kertas tersebut)

Scene 10. (outdoor)  kantin Pusat
Angga sedang menikmati minuman sambil menunggu sms dari Vanny , ketika angga mendengar HPnya berbunyi dan melihat ada sebuah SMS dari si Vanny  kemudian dia berlari meninggalkan kantin.
                Shot 1. Gambar angga sedang menikmati minuman (kamera dari sebelah kanan atas )
                Shot 2. Gambar HP angga yang berbunyi disebelah kiri minuman angga (kamera menjadi mata angga)
                Shot 3. Gambar tangan angga sedang membuka HP dan melihat SMS yang bertuliskan “selamat tinggal J“ (kamera menjadi mata angga yang terlihat hanya HP dan tangan angga)
                Shot 4. Gambar angga berlari meningalakan meja kantin dengan terburu-buru(kamera mengambil sudut dibawah meja meperlihatkan kaki angga yang berlari) 

Scene 11.(outdoor) Atap gedung
Angga berlari melewati tangga yang menuju atap gedung yang disana ada Vanny yang sedang duduk di pinggir atap gedung sambil menangis , kemudian angga menghampiri Vanny yang sedang duduk di atap gedung sendirian.
                Shot 1. Gambar kaki angga naik tangga sambil berlari ( kamera dari samping mengikuti pergerakan kaki angga)
                Shot 2. Gambar angga sedang menaiki tangga (kamera menjadi mata angga sambil berlari menaiki tangga)
                Shot 3. Gambar angga yang lelah setelah menaiki tangga dan mencapai atap gedung (kamera dari arah samping  angga)
                Shot 4.Gambar Vanny yang sedang duduk di pinggir atap sambil menundukan kepala (kamera menjadi mata angga yang melihat vanny dari kejauhan)
                Shot 5. Gambar angga sedang mandekati Vanny yang  duduk di tepi atap sambil menundukkan kepala(kamera menjadi mata angga dan mendekatinya)
                Shot 6. Gambar tangan angga yang turun yang menyentuh bahu Vanny yang sedang menangis kemudian tangan Vanny menyentuh tangan Angga(kamera menjadi mata angga yang terlihat tangan angga mendekati bahu Vanny,kemudian tangan vanny mendekat ke tangan angga)
                Shot 7. Gambar Vanny yang mengengam kertas yang berada dibahunya( kamera dari samping Vanny tepat sejajar dengan bahu Vanny)
                Shot 8. Gambar Vanny yang membuka gulungan kertas tersebut yang bertuliskan “Maaf, tidak bisa menenangkanmu lagi” (kamera berada di sebelah bahu kanan dan terlihat tulisan di atas kertas tersebut)

Scene 12.(indoor) Vanny Kamar
Vanny yang tertidur diatas kasur mendapati pintu kamarnya sudah terbuka dan melihat sebuah kertas bertuliskan “selamat Tinggal sayang” disebelah foto angga, sambil menangis Vanny memeluk foto Angga.
                Shot 1. Gambar vanny yang tertidur kemudian terbangun karena pintu kamarnya terbuka (kamera mengambil sudut dari sebelah ujung ranjang dimana bisa terlihat vanny dan pintu yang terbuka)
                Shot 2. Gambar vanny yang menoleh kearah foto angga di atas meja dan melihat secarik kertas disebelah foto (kamera berada disamping vanny sejajar dengan kepala vanny)
                Shot 3. Gambar mengambil kertas disebelah foto angga (kamera diatas meja mengambil sudut tangan vanny yang mengambil kertas)
                Shot 4. Gambar Vanny yang membuka gulungan kertas tersebut yang bertuliskan “selamat tinggal sayang” (kamera berada di sebelah bahu kanan dan terlihat tulisan di atas kertas                 tersebut)
                Shot 5. Gambar gambar vanny yang memeluk foto angga sambil menangis (kamera dari arah depan vanny)

Scene 13. (outdoor) depan rumah vanny
Angga berjalan meningalkan rumah Vanny,setelah dia memberikan salam terakhirnya
                Shot 1. Gambar angga meninggalkan rumah vanny setelah menoleh kearah rumah (kamera dari arah belakang angga, kamera tidak memperlihatkan wajah angga)

Scene 14.(indoor)ruang baca perpustakaan
Angga tertidur dimeja setelah membuat tulisan dengan kertas ,dan tertidur sembil memegang foto mereka
                Shot 1. Gambar angga tertidur dimeja yang terdapat banyak kertas berhamburan dan dia memegang foto Vanny ditangan kanannya( kamera dari arah samping kepala angga memperlihatkan dia tertidur dan foto Vanny serta kertas yang berserakan di meja)
                Shot 2. Gambar angga bangun menaruh foto vanny dimeja diantara kertas yang berserakan (kamera dari arah samping dan kamera berada diatas meja)
                Shot 3. Gambar foto vanny dimeja dan juga kertas yang berserakan dengan tulisan “selamat tinggal sayang,semoga tenang dialam sana,semoga amal ibadahmu diterima, aku akan slalu merindukanmu” (kamera bergerak mengambil gambar foto vanny dan kertas tersebut)

 Scene 15.(indoor)ruang baca perpustakaan
Angga meninggalkan meja tempat foto dan kertas berserakan ,sambil dia pergi menggunakan tongkat untuk membantunya berjalan
                Shot 1. Gambar angga berdiri dari tempat duduknya sambil mencari tongkat pembantu berjalan dan meninggalkan meja tersebut (kamera dari samping memperlihat angga mencari tongkatnya dan pergi kearah kamera)
                Shot 2. Gambar  angga berjalan meninggalkan ruang baca sambil berjalan dengan tongkat bantu (kamera dari belakang memperlihatkan angga berjalan)
END
Perlengkapan dan kebutuhan
Kamera, tripot, sterofom,spidol, kleper ,tongkat orang buta
Scene 2 : motor
Scene 4 : kertas bertuliskan “maaf,tidak bisa melihatmu tersenyum lagi”
Scene 5 : Buku yang dibaca angga, buku yang dibawa Vanny , kertas bertuliskan “maaf,tidak bisa menjagamu terlelap”
Scene 6 : kertas bertuliskan “maaf,tidak bisa menemanimu disini”
Scene 7 : kertas bertuliskan “maaf,tidak bisa mendengar ceritamu lagi”, makanan dan minuman untuk angga dan Vanny
Scene 8 : kertas bertuliskan “maaf,tidak bisa mendengar ceritamu lagi”
Scene Scene 9 : HP Vanny , motor,
Scene 10 : HP Vanny, minuman angga
Scene 11 : kertas bertuliskan “maaf,tidak bisa menenangkanmu lagi”
Scene 12 : kertas bertuliskan “selamat tinggal sayang”, foto angga bersama Vanny didalam figura
Scene 14 : kertas2 bertuliskan “selamat tinggal sayang,semoga tenang dialam sana,semoga amal ibadahnu diterima, aku akan slalu merindukanmu” , foto angga dan vanny 

Minggu, 30 September 2012

Aku Belum Siap Untuk KALAH

Memang semua dimulai dari saat kita terjatuh dan belajar berdiri kembali agar kita paham dimana letak batu kesalahan yang akan aku hadapi diperjalanan yang akan datang. Waktu memang mengajarkan segala macam rasa kehidupan dan memberikan garam pengalaman yang tak ternilai harganya,tapi kehidupanku dimulai dari kekelahan yang kulakukan sendiri. Dan ketika getahnya mengenaiku aku baru sadar ternyata kesalahanku dulu berakibat terjadinya rututan panjang sebuah pemikiran dimana kekalahan harus aku alami. Dari kecil aku tidak pernah berani untuk bertarung di arena itu karena ketakutanku untuk masuk ke arena itu sungguh luar biasa lebih dari alasan yang aku muntahkan untuk menolak masuk arena tersebut. Aku baru menyadari bahwa arena tersebut adalah arena pembelajaran bukan arena bertarung seperti apa yang dimimpikan oleh ketakutanku kerena rasa ketidak mampuanku.


Mimpi kecil kutulis oleh kesombonganku diantara ketakutan yang ada dalam hatiku "aku percaya tuhan itu adil menempatkan aku di posisi ini",tapi memang benar yang seperti ku katakan keadilan datang bergantung pada keikhlasan dari diriku sendiri untuk membaranikan  diri mengatakan aku siap kalah ituk kali ini. Mulut memang lebar mengeluarkan apapun yang kita telan tanpa bisa terurai kembali seperti semula,aku memang belum siap untuk kalah di waktu ini. Tetapi terdengar angin bertiup orang yang kalah belum tentu mempunyai mental kalah karena itu cara mendidik sang kalah untuk menggapai mimpi juara.


Mimpi kembali kutulis mengharap bintang juara ada di gengaman tangan yang pincang karena yang satu dan yang lain tidak akan memegang bintang ini secara bersamaan karena kebimbangan hati ini untuk meyakinkan diri bahwa akulah sang juara, ini semua terhapus dengan sebuah kekalahan yang sangat aku perkirakan sebelumnya. Aku sudah siap kalah untuk belajar tentang sebuah pertempuran tapi aku slalu merasa kekalahanku ini karena aku tidak siap untuk kalah. Aku hanya siap untuk mengucapkan aku menang atas kekalahanku yang tidak akan terjadi ketika keyakinanku untuk kalah hampir sama dengan keyakinanku untuk menang di hari ini.


Memang aku belum siap untuk kalah,tapi seperti ini kekelahan yang dari kecil seharusnya aku coba agar aku bisa mempersiapkan diri untuk menang di kemudian hari. Seperti yang ayahku sampaikan dulu " waktu kemenangan itu telah direncanakan tinggal bagaimana kita mempersiapkan diri untuk membawanya pulang sebagai hadiah atas seluruh pembelajaran kekalahan yang sudah kita lalui karena memang kita sudah siap untuk berlari tanpa pernah terjatuh dikemudian hari.

Kamis, 20 September 2012

hijaunya teknologi atau gersangnya kehidupan tua



Sore ini ada sebuah kegundahan hati bagi ku , mencoba mencari sesuatu lain ditempat yang dulunya sering ku lewati dan sekarang menjadi jalan kenangan. Dengan sebuah kamera ku memberhentikan langkah di tempat yang sekarang dianggap mati. Melihat menggunakan mata lensa aku mulai merekam  beberapa sudut ditempat yang tak asing dan sambil menatap cakrawala yang menyengat lensa dan jaket saya. Terlihat sesorang kakek tua yang sedang mencari kehidupan dan kebahagian dibawah teduhan langit tak berawan ,sambil terus memotongs umber kehidupan untuk hari tuanya. Seolah sudah digariskan untukku mendekat dan semoga orang ini bisa memberikan jalan baru atas perasaan yang ku alami, tanpa aku berkata kakek tua ini menyapa ku sepertinya memang ini jawaban atas kegundahan hatiku dengan beberapa nasehat yang ku rasa aneh “ kakek ini tahu perasaanku” mungkin ini memang mulut tuhan untuk memberi jawab yang seharusnya saya temukan. Hanya ucapan kecil atas pengalaman dirinya bertahan hidup. Tersenyum adalah hal yang bisa ku berikan pada waktu itu.

candaan kecil mewarnai diskusi tentang kehidupan yang di ceritakannya.tapi disini aku tak pernah mendengar apa yang diceritakanya sepenuhnya, tapi aku berfikir dan bertanya kepada beliau “ sampai kapan kakek bekerja seperti ini “ dan dengan jawaban yang sudah sering saya dengar “ sampai saya tidak mampu melakukan pekerjaan ini dek” . saya mulai berfikir dengan melihat kenyataan yang ada di lensa kameraku. Bukan sampai kapan kakek bisa bertahan melakukan pekerjaan ini  tapi sampai kapan tanah ini akan gersang kehilangan hijaunya rerumputan Mungkin bisa membuat kehidupan kakek ini menjadi gersang bukan hanya ditanah yang memberinya nafkah itu. Sedih melihat hal ini tapi apa yang bisa kulakukan aku hanya pemegang lensa dari anak seorang petani yang mencari ijasah untuk mencari kehidupan nantinya.

Dikampus yang sedang bersemangat dengan eco compus dan perkembangan teknologinya sebuah kehidupan kecil tentang orang yang tidak berizin ditempat ini. Hanya sebuah nafkah yang menuntut mereka menjadi orang-orang ilegal ditempat ini. Mungkin semuanya akan berlomba dengan waktu untuk sebuah kemajuan teknologi yang bertempat di kampus hijau ini (eco campus). Mungkin sebentar lagi tempat yang ada di depan mata lensa saya akan kehilangan hijaunya dan akan memperkeruh kehidupandi hari tua kakek ini untuk mencari setumpuk ke waktu untuk bertahan hidup dengan rumput hijau yang akan hilang. Bertaruh dengan waktu agar tetap bertahan di daerah eco campus atau hanya menunggu waktu hingga terbukti yang akan bertahan adalah hijaunya teknologi dan gersangnya kehidupan kakek tua di tempat dia berdiri untuk mencari rumput kehidupannya.    

Sabtu, 28 April 2012

melihat paham

sebuah mimpi ditempat yang terlihat asing olehku, bahkan aku anggap itu cuma sebuah kesunyian ketika aku berada disana , langkah dan tawa kecil mengusikku . apa yang aku lihat adalah kenyataan yang tak bisa kupungkiri aku melihat malaikat kecil bermain dengan mimpinya.
pengalaman berharga buatku ketika aku mendengarkan kisah-kisah sang malaikat ini. mimpi mereka tak besar, tak sebesar mimpiku bahkan aku anggap itu bukan mimpi. ketika mereka berucap " gak duwe tas kanggo sekolah " hanya pendidikan dan permainan yang mereka mau , mereka belum siap untuk mendengar hidup ini sebuah tantangan adek-adek kecilku.

 melihat sisi lain disana ada adek yang slalu ada dalam pengawasanku ketika dia belajar , kata orang dia adalah iblis kecil yang tak bisa diatur. tapi ada seorang ibu yang berkat " arek iku orak ngerti kasihsayang mas".terhenti   sejenak untuk memahami apa yang aku pikirkan slama ini tentang iblis kecil ini , aku dari dulu sadar bahwa dia tak pernah mendapat kasih sayang yang utuh dari orang disekitarnya. dia mencari perhatian dengan caranya mengganggu dunia sekitarnya sampai ada yang melihat bahwa dia sendiri .



Kamis, 26 April 2012

ALAM sepi


pembelajaran tentang alam yang memberi inspirasi yang mendalam ,semua bermula dari kesendirian dan akhirnya aku menemukan tempat yang nyaman dalam dunia yang ku anggap sepi ini. perjalanan di dunia nyata itu lebih menantang dari pada perjalanan di dunia maya yang slalu aku skenariokan. ternyata alam yang slalu indah ini adalah kumpulan keramaian yang menjadi komposisi yang indah yang pernah di ciptakan Allah SWT.