Sore ini ada sebuah
kegundahan hati bagi ku , mencoba mencari sesuatu lain ditempat yang dulunya
sering ku lewati dan sekarang menjadi jalan kenangan. Dengan sebuah kamera ku
memberhentikan langkah di tempat yang sekarang dianggap mati. Melihat menggunakan
mata lensa aku mulai merekam beberapa
sudut ditempat yang tak asing dan sambil menatap cakrawala yang menyengat lensa
dan jaket saya. Terlihat sesorang kakek tua yang sedang mencari kehidupan dan
kebahagian dibawah teduhan langit tak berawan ,sambil terus memotongs umber kehidupan
untuk hari tuanya. Seolah sudah digariskan untukku mendekat dan semoga orang
ini bisa memberikan jalan baru atas perasaan yang ku alami, tanpa aku berkata
kakek tua ini menyapa ku sepertinya memang ini jawaban atas kegundahan hatiku
dengan beberapa nasehat yang ku rasa aneh “ kakek ini tahu perasaanku” mungkin
ini memang mulut tuhan untuk memberi jawab yang seharusnya saya temukan. Hanya ucapan
kecil atas pengalaman dirinya bertahan hidup. Tersenyum adalah hal yang bisa ku
berikan pada waktu itu.
candaan kecil mewarnai
diskusi tentang kehidupan yang di ceritakannya.tapi disini aku tak pernah
mendengar apa yang diceritakanya sepenuhnya, tapi aku berfikir dan bertanya
kepada beliau “ sampai kapan kakek bekerja seperti ini “ dan dengan jawaban
yang sudah sering saya dengar “ sampai saya tidak mampu melakukan pekerjaan ini
dek” . saya mulai berfikir dengan melihat kenyataan yang ada di lensa kameraku.
Bukan sampai kapan kakek bisa bertahan melakukan pekerjaan ini tapi sampai kapan tanah ini akan gersang
kehilangan hijaunya rerumputan Mungkin bisa membuat kehidupan kakek ini menjadi
gersang bukan hanya ditanah yang memberinya nafkah itu. Sedih melihat hal ini
tapi apa yang bisa kulakukan aku hanya pemegang lensa dari anak seorang petani
yang mencari ijasah untuk mencari kehidupan nantinya.
Dikampus yang sedang bersemangat dengan eco compus
dan perkembangan teknologinya sebuah kehidupan kecil tentang orang yang tidak
berizin ditempat ini. Hanya sebuah nafkah yang menuntut mereka menjadi
orang-orang ilegal ditempat ini. Mungkin semuanya akan berlomba dengan waktu
untuk sebuah kemajuan teknologi yang bertempat di kampus hijau ini (eco
campus). Mungkin sebentar lagi tempat yang ada di depan mata lensa saya akan
kehilangan hijaunya dan akan memperkeruh kehidupandi hari tua kakek ini untuk
mencari setumpuk ke waktu untuk bertahan hidup dengan rumput hijau yang akan
hilang. Bertaruh dengan waktu agar tetap bertahan di daerah eco campus atau
hanya menunggu waktu hingga terbukti yang akan bertahan adalah hijaunya
teknologi dan gersangnya kehidupan kakek tua di tempat dia berdiri untuk
mencari rumput kehidupannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar