Kamis, 20 September 2012

hijaunya teknologi atau gersangnya kehidupan tua



Sore ini ada sebuah kegundahan hati bagi ku , mencoba mencari sesuatu lain ditempat yang dulunya sering ku lewati dan sekarang menjadi jalan kenangan. Dengan sebuah kamera ku memberhentikan langkah di tempat yang sekarang dianggap mati. Melihat menggunakan mata lensa aku mulai merekam  beberapa sudut ditempat yang tak asing dan sambil menatap cakrawala yang menyengat lensa dan jaket saya. Terlihat sesorang kakek tua yang sedang mencari kehidupan dan kebahagian dibawah teduhan langit tak berawan ,sambil terus memotongs umber kehidupan untuk hari tuanya. Seolah sudah digariskan untukku mendekat dan semoga orang ini bisa memberikan jalan baru atas perasaan yang ku alami, tanpa aku berkata kakek tua ini menyapa ku sepertinya memang ini jawaban atas kegundahan hatiku dengan beberapa nasehat yang ku rasa aneh “ kakek ini tahu perasaanku” mungkin ini memang mulut tuhan untuk memberi jawab yang seharusnya saya temukan. Hanya ucapan kecil atas pengalaman dirinya bertahan hidup. Tersenyum adalah hal yang bisa ku berikan pada waktu itu.

candaan kecil mewarnai diskusi tentang kehidupan yang di ceritakannya.tapi disini aku tak pernah mendengar apa yang diceritakanya sepenuhnya, tapi aku berfikir dan bertanya kepada beliau “ sampai kapan kakek bekerja seperti ini “ dan dengan jawaban yang sudah sering saya dengar “ sampai saya tidak mampu melakukan pekerjaan ini dek” . saya mulai berfikir dengan melihat kenyataan yang ada di lensa kameraku. Bukan sampai kapan kakek bisa bertahan melakukan pekerjaan ini  tapi sampai kapan tanah ini akan gersang kehilangan hijaunya rerumputan Mungkin bisa membuat kehidupan kakek ini menjadi gersang bukan hanya ditanah yang memberinya nafkah itu. Sedih melihat hal ini tapi apa yang bisa kulakukan aku hanya pemegang lensa dari anak seorang petani yang mencari ijasah untuk mencari kehidupan nantinya.

Dikampus yang sedang bersemangat dengan eco compus dan perkembangan teknologinya sebuah kehidupan kecil tentang orang yang tidak berizin ditempat ini. Hanya sebuah nafkah yang menuntut mereka menjadi orang-orang ilegal ditempat ini. Mungkin semuanya akan berlomba dengan waktu untuk sebuah kemajuan teknologi yang bertempat di kampus hijau ini (eco campus). Mungkin sebentar lagi tempat yang ada di depan mata lensa saya akan kehilangan hijaunya dan akan memperkeruh kehidupandi hari tua kakek ini untuk mencari setumpuk ke waktu untuk bertahan hidup dengan rumput hijau yang akan hilang. Bertaruh dengan waktu agar tetap bertahan di daerah eco campus atau hanya menunggu waktu hingga terbukti yang akan bertahan adalah hijaunya teknologi dan gersangnya kehidupan kakek tua di tempat dia berdiri untuk mencari rumput kehidupannya.    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar