“ MATA ( selamat
tinggal ) ”
SINOPSIS
Salam
perpisahan yang disampaikan Angga kepada kekasihnya Vanny, dimana dia
menyampaikannya melalui kenangan yang telah terjadi di antara mereka. Kenangan
ini disampaikan dengan sebuah kisah dari mata Angga selama bersama Vanny. Untuk
sebuah kenangan yang akan dikenang selama dia masih menunggu Ditempat ya “?”
PEMERAN
Vanny
(cewek), angga (cowok)
PENOKOHAN
Vanny
Cewek
19 tahun yang manis , imut , lucu ,selalu
bersemangat dalam menjalani hidup, berpenampilan biasa santai. Suppel , periang
& energik
Angga
cowok
20 tahun yang selalu santai menjalani hidup, pendiam ,penampilan biasa, sering
telat ketika ada janji , membuat vanny bahagia ,marah ,sedih,tertawa.
ALUR CERITA
flasback
SETTING CERITA
1.
Kamar
Vanny
2.
Jalan raya
3.
Parkiran motor
4.
Lorong perpus
5.
Tempat duduk diperpus
6.
Ruang baca perpus
7.
Lift perpus
8.
Kantin perpus
9.
Jalan ditaman
10. Depan
Rumah Vanny
11. Kantin
pusat
12. Atap
gedung
13. Kamar
Vanny
SKENARIO
Alur
Film
Scene 1.(indoor) depan pintu kamar vanny
Angga ingin membuka pintu kamar
vanny yang terkunci , dengan perlahan
angga meraih gagang pintu kamar Vanny dan membukanya. Dan kemudian terlihat
Vanny yang tertidur diatas kasur.
Shot
1. Gambar punggung angga yang sedang
berdiri didepan pintu (kamera dibelakang punggung angga)
Shot 2. Gambar
gagang pintu yang akan dibuka oleh angga , tangan angga mendekat menuju gagang
pintu kamar( kamera menjadi mata Angga dari pandangan dari atas)
Shot 3. Gambar
pintu yang terbuka dari samping smbil melihatkan tangan angga yang memegang
gagang pintu (kamera di ambil dari samping memperlihatkan pintu yang terbuka)
Shot
4. Gambar sudut pintu yang terbuka dimana disana terlihat Vanny yang sedang
tertidur dikasur. ( kamera menjadi mata Angga)
Scene
2. (outdoor) jalan raya dan parkiran motor
Angga menaiki motor untuk
berangkat kuliah , kemudian memarkir motornya diantara motor-motor lainnya yang
terparkir.
Shot
1. Gambar angga yang menaiki motor menyusuri jalan menuju kampus untuk kuliah (
kamera menjadi mata Angga)
Shot
2. Gambar angga yang sedang memarkir motor di tempat parker (kamera
memperlihatkan standar yang sedang diinjak oleh kaki angga diambil dari
belakang motor)
Scene 3. (outdoor) lorong perpus
Angga berjalan dilorong untuk menuju
perpustakaan, dan kemudian angga melihat Vanny yang sedang duduk di kursi depan
perpus . kemudian Vanny melambaikan tangan untuk memanggil Angga
Shot
1. Gambar Angga berjalan melewati lorong sambil memandang sekitar lorong
(kamera menjadi mata angga sambil bergerak kanan kiri seperti orang yang sedang
menoleh kanan kiri )
Shot
2. Gambar Angga berjalan menuju tempat
duduk depan perpustakaan dan melihat Vanny yang melambaikan tangan memanggil
angga(kamera menjadi mata angga dari kejauhan)
Shot
3. Gambar Angga mendekat menuju tempat
duduk Vanny sambil melihatnya tersenyum (kamera menjadi mata angga dan
memperhatikan senyum Vanny dari dekat sambil menurunkan kamera seperti orang
yang sedang duduk)
Scene 4. (outdoor) tempat duduk depan
perpus
Vanny bercanda dan bercerita
tentang semua yang terjadi hari ini.
Shot
1. Gambar melihatkan Vanny yang
berbicara banyak sambil tertawa-tawa (kamera menjadi mata angga yang
memperhatikan Vanny dari dekat)
Shot
2. Gambar tangan angga yang memberikan secarik kertas kepada Vanny ketika vanny
masih bercerita dan tertawa-tawa (kamera menjadi mata angga dan kemudia kamera memperlihatkan
tangan kanan angga yang memberikan
secarik kertas didepan Vanny
Shot
3. Gambar vanny duduk sendiri dan
didepannya tidak ada orang hanya ada secarik kertas disebelah kirinya (kamera
berada dibelakang Vanny memperlihatkan
punggung Vanny dan dan secarik kertas yang berada di atas meja)
Shot
4. Gambar tangan Vanny mengambil kertas tersebut (kamera berada disebelah kanan
dan posisi kamera diatas meja)
Shot
5. Gambar Vanny yang membuka gulungan kertas tersebut yang bertuliskan “Maaf,
tidak bisa melihatmu tersenyum lagi” (kamera berada di sebelah bahu kanan dan
terlihat tulisan di atas kertas tersebut)
Scene 5. (indoor) Ruang baca
perpustakaan
Angga dan Vanny belajar bersama
ruang baca perpustakaan , Vanny menyodorkan buku sambil bertanya. Angga membaca
buku kemudian melihat Vanny yang tertidur dimeja.
Shot
1. Gambar angga yang duduk di ruang baca
perpustakaan sambil membaca buku (kamera mejadi mata angga dan memperlihatkan
buku yang sedang dibaca angga)
Shot 2. Gambar Vanny datang sambil membawa
buku ketika angga sedang membaca buku kemudian angga menutup bukunya dan
memperhatikan Vanny yang tersenyum (kamera menjadi mata angga memperlihatkan
angga yang sedang menutup buku kemudian menurunkan buku dan memperhatikan Vanny
yang tersenyum semringah didepan angga)
Shot
3. Gambar Vanny yang sedang membaca kemudian menurukan buku sambil tersenyum dan
menyodorkan kepada angga sambil bertanya, dan angga menyodorkan tangannya
sambil menunjukkan jawabanya (kamera menjadi mata angga dan tangan angga yang
kanan terliahat dikamera sambil menujuk halaman buku yang di tanyakan Vanny)
Vanny
:hehehehehehe , nga yang ini gimana caranya
Angga
: yang ini jawabanya ini van ,caranya kayak tadi
Shot
4. Gambar Angga membaca buku kemudian menurunkanya dan melihat vanny yang tertidur
dimeja sebelah kirinya ada buku (kamera menjadi mata angga memperlihatkan angga
yang sedang menutup buku kemudian menurunkan buku dan terlihat vanny yang
tertidur diatas meja)
Shot
5. Gambar tangan angga yang menyelipkan secarik kertas kepada Vanny ketika dia
sedang tertidur (kamera menjadi mata angga dan kemudia kamera memperlihatkan
tangan kanan angga yang menyelipkan
secarik kertas dibuku yang telah dibacanya)
Shot
6. Gambar Vanny yang terbangun dan terkejut melihat bukunya terselip sebuah
kertas ( kamera berada didepan buku dan
kepala Vanny yang tertidur)
Shot
7. Gambar Vanny mengambil kertas yang terselip dibuku tersebut (kamera berada disebelah
kanan dan posisi kamera diatas meja)
Shot
8. Gambar Vanny yang membuka gulungan kertas tersebut yang bertuliskan “Maaf,
tidak bisa menjagamu terlalep ” (kamera berada di sebelah bahu kanan dan
terlihat tulisan di atas kertas tersebut)
Scene 6. (indoor) Lift perpustakaan
Angga dan Vanny menunggu lift
yang akan membawa mereka turun , Angga memegang tangan Vanny dan memasuki lift yang
terbuka .
Shot
1. Gambar vanny dan anggga yang sedang menunggu didepan lift (kamera berada dibelakang
mereka berdua)
Shot
2. Gambar memperlihatkan indikator lift (kamera menyorot keindikator lift)
Shot
3. Gambar angga mengengam tangan Vanny sambil memasuki lift yang terbuka (
kamera mengambil gambar ke tangan angga dan vanny sambil mereka memasuki lift
dari arah belakang mereka)
Shot
4. Gambar vanny yang mengengam secarik kertas ketika keluar dari lift ( kamera
menyorot kea rah tangan vanny saat dia keluar
dari lift )
Shot
5. Gambar Vanny yang membuka gulungan kertas tersebut yang bertuliskan “Maaf,
tidak bisa menemanimu disini ” (kamera berada di sebelah bahu kanan dan
terlihat tulisan di atas kertas tersebut)
Scene 7. (indoor) Kantin perpus
Angga dan vanny makan berdua di
kantin perpustakaan menikmati makanan dan minuman sambil berbincang bincang.
Shot
1. Gambar angga dan vanny yang sedang makan berdua dikantin perpus (kamera
menjadi mata angga dan melihat vanny yang bercerita sambil meminum minumannya)
Shot
2. Gambar vanny yang meminum minumannya kemudian angga membuka tangannya yang terdapat
secarik kertas (kamera berada di sabelah tangan kanan angga dimana sudut ini
bisa mengambil gambar wajah vanny dan kertas yang berada di gengamannya angga)
Shot
3. Gambar Vanny sendiri di tempat duduk kantin perpus dan ada secarik kertas
yang berada disebelah kiri depan vanny(kamera berada dibelakang kursi kantin
perpus dan bisa mengambil sudut kertas dan wajah vanny)
Shot
4. Gambar tangan Vanny mengambil kertas tersebut (kamera berada disebelah kanan
dan posisi kamera diatas meja)
Shot
5. Gambar Vanny yang membuka gulungan kertas tersebut yang bertuliskan “Maaf,
tidak bisa mendengar ceritamu lagi” (kamera berada di sebelah bahu kanan dan
terlihat tulisan di atas kertas tersebut)
Scene 8. (outdoor) Jalan ditaman
Angga duduk dibangku di taman sambil menunggu Vanny
datang untuk pulang
Shot
1. Gambar Angga duduk dibangku sambil melihat sekitarnya( kamera menjadi mata
angga yang menoleh kekanan kiri )
Shot
2. Gambar angga menoleh ke kanan dan melihat vanny dari kejauhan mendekat
sambil memanggil angga( kamera disebelah kiri angga tepat di samping kepala
angga terlihat vannya dari kejauhan)
Vanny
: angga….” Sambil melambaikan tangan “
Shot
3. Gambar vanny yang datang dari arah samping kanan angga sembari mengulurkantangannya
dan disambut tangan angga (kamera menjadi mata angga yang melihat vanny dan kemudian
tangan angga mendekati tangan vanny yang sedang mengajaknya)
Vanny
: ayo “sambil tersenyum”
Shot
4. Gambar vanny mengulurkan tangan kearah kursi taman yang kosong dan tangannya
mengenggam kertas (kamera berada disamping belakang sebelah kiri)
Shot
5. Gambar Vanny yang membuka gulungan kertas tersebut yang bertuliskan “Maaf,
tidak bisa menunggumu lagi” (kamera berada di sebelah bahu kanan dan terlihat
tulisan di atas kertas tersebut)
Scene 9. (outdoor) Depan Rumah Vanny
Vanny sampai depan rumahnya dan
mengucap terimakasih kepada Angga karena telah di anterin pulang
Shot
1. Gambar vanny depan rumahnya sedang melambaikan tangannya dan
mengucapkan trimakasih pada angga (kamera dibelakang kepala angga posisi
diatas motor sambil menoleh kearah kanan juga terlihat si vanny didepan pagar
rumah)
Shot
2. Gambar HP Vanny berbunyi didalam tas (kamera dari arah samping belakang
tempat posisi tas berada sambil terdengar bunyi HP)
Shot
3. Gambar vanny melihat bahwa didepan rumahnya tidak ada angga (hamera dari
arah belakang Vanny meperlihatkan suasana depan rumah Vanny yang sepi)
Shot
4. Gambar Vanny yang membuka SMS yang
masuk HPnya tersebut yang bertuliskan “Maaf, tidak bisa menunggumu lagi”
(kamera berada di sebelah bahu kanan dan terlihat tulisan di atas kertas
tersebut)
Scene 10. (outdoor) kantin Pusat
Angga sedang menikmati minuman
sambil menunggu sms dari Vanny , ketika angga mendengar HPnya berbunyi dan
melihat ada sebuah SMS dari si Vanny
kemudian dia berlari meninggalkan kantin.
Shot
1. Gambar angga sedang menikmati minuman (kamera dari sebelah kanan atas )
Shot
2. Gambar HP angga yang berbunyi disebelah kiri minuman angga (kamera menjadi
mata angga)
Shot
3. Gambar tangan angga sedang membuka HP dan melihat SMS yang bertuliskan
“selamat tinggal J“
(kamera menjadi mata angga yang terlihat hanya HP dan tangan angga)
Shot
4. Gambar angga berlari meningalakan meja kantin dengan terburu-buru(kamera mengambil
sudut dibawah meja meperlihatkan kaki angga yang berlari)
Scene 11.(outdoor) Atap gedung
Angga berlari melewati tangga
yang menuju atap gedung yang disana ada Vanny yang sedang duduk di pinggir atap
gedung sambil menangis , kemudian angga menghampiri Vanny yang sedang duduk di
atap gedung sendirian.
Shot
1. Gambar kaki angga naik tangga sambil berlari ( kamera dari samping mengikuti
pergerakan kaki angga)
Shot
2. Gambar angga sedang menaiki tangga (kamera menjadi mata angga sambil berlari
menaiki tangga)
Shot
3. Gambar angga yang lelah setelah menaiki tangga dan mencapai atap gedung
(kamera dari arah samping angga)
Shot
4.Gambar Vanny yang sedang duduk di pinggir atap sambil menundukan kepala
(kamera menjadi mata angga yang melihat vanny dari kejauhan)
Shot
5. Gambar angga sedang mandekati Vanny yang
duduk di tepi atap sambil menundukkan kepala(kamera menjadi mata angga
dan mendekatinya)
Shot
6. Gambar tangan angga yang turun yang menyentuh bahu Vanny yang sedang
menangis kemudian tangan Vanny menyentuh tangan Angga(kamera menjadi mata angga
yang terlihat tangan angga mendekati bahu Vanny,kemudian tangan vanny mendekat
ke tangan angga)
Shot
7. Gambar Vanny yang mengengam kertas yang berada dibahunya( kamera dari samping
Vanny tepat sejajar dengan bahu Vanny)
Shot 8. Gambar Vanny yang
membuka gulungan kertas tersebut yang bertuliskan “Maaf, tidak bisa
menenangkanmu lagi” (kamera berada di sebelah bahu kanan dan terlihat tulisan
di atas kertas tersebut)
Scene 12.(indoor) Vanny Kamar
Vanny yang tertidur diatas kasur
mendapati pintu kamarnya sudah terbuka dan melihat sebuah kertas bertuliskan “selamat
Tinggal sayang” disebelah foto angga, sambil menangis Vanny memeluk foto Angga.
Shot
1. Gambar vanny yang tertidur kemudian terbangun karena pintu kamarnya terbuka (kamera
mengambil sudut dari sebelah ujung ranjang dimana bisa terlihat vanny dan pintu
yang terbuka)
Shot
2. Gambar vanny yang menoleh kearah foto angga di atas meja dan melihat secarik
kertas disebelah foto (kamera berada disamping vanny sejajar dengan kepala
vanny)
Shot
3. Gambar mengambil kertas disebelah foto angga (kamera diatas meja mengambil
sudut tangan vanny yang mengambil kertas)
Shot
4. Gambar Vanny yang membuka gulungan kertas tersebut yang bertuliskan “selamat
tinggal sayang” (kamera berada di sebelah bahu kanan dan terlihat tulisan di
atas kertas tersebut)
Shot
5. Gambar gambar vanny yang memeluk foto angga sambil menangis (kamera dari
arah depan vanny)
Scene 13. (outdoor) depan rumah vanny
Angga berjalan meningalkan rumah
Vanny,setelah dia memberikan salam terakhirnya
Shot
1. Gambar angga meninggalkan rumah vanny setelah menoleh kearah rumah (kamera
dari arah belakang angga, kamera tidak memperlihatkan wajah angga)
Scene 14.(indoor)ruang baca perpustakaan
Angga tertidur dimeja setelah
membuat tulisan dengan kertas ,dan tertidur sembil memegang foto mereka
Shot
1. Gambar angga tertidur dimeja yang terdapat banyak kertas berhamburan dan dia
memegang foto Vanny ditangan kanannya( kamera dari arah samping kepala angga memperlihatkan
dia tertidur dan foto Vanny serta kertas yang berserakan di meja)
Shot
2. Gambar angga bangun menaruh foto vanny dimeja diantara kertas yang
berserakan (kamera dari arah samping dan kamera berada diatas meja)
Shot
3. Gambar foto vanny dimeja dan juga kertas yang berserakan dengan tulisan
“selamat tinggal sayang,semoga tenang dialam sana,semoga amal ibadahmu
diterima, aku akan slalu merindukanmu” (kamera bergerak mengambil gambar foto
vanny dan kertas tersebut)
Scene 15.(indoor)ruang baca perpustakaan
Angga meninggalkan meja tempat
foto dan kertas berserakan ,sambil dia pergi menggunakan tongkat untuk
membantunya berjalan
Shot
1. Gambar angga berdiri dari tempat duduknya sambil mencari tongkat pembantu berjalan
dan meninggalkan meja tersebut (kamera dari samping memperlihat angga mencari tongkatnya
dan pergi kearah kamera)
Shot
2. Gambar angga berjalan meninggalkan
ruang baca sambil berjalan dengan tongkat bantu (kamera dari belakang
memperlihatkan angga berjalan)
END
Perlengkapan dan kebutuhan
Kamera, tripot, sterofom,spidol,
kleper ,tongkat orang buta
Scene 2 : motor
Scene 4 : kertas bertuliskan
“maaf,tidak bisa melihatmu tersenyum lagi”
Scene 5 : Buku yang dibaca angga,
buku yang dibawa Vanny , kertas bertuliskan “maaf,tidak bisa menjagamu
terlelap”
Scene 6 : kertas bertuliskan
“maaf,tidak bisa menemanimu disini”
Scene 7 : kertas bertuliskan
“maaf,tidak bisa mendengar ceritamu lagi”, makanan dan minuman untuk angga dan
Vanny
Scene 8 : kertas bertuliskan
“maaf,tidak bisa mendengar ceritamu lagi”
Scene Scene 9 : HP Vanny , motor,
Scene 10 : HP Vanny, minuman
angga
Scene 11 : kertas bertuliskan
“maaf,tidak bisa menenangkanmu lagi”
Scene 12 : kertas bertuliskan
“selamat tinggal sayang”, foto angga bersama Vanny didalam figura
Scene 14 : kertas2 bertuliskan
“selamat tinggal sayang,semoga tenang dialam sana,semoga amal ibadahnu
diterima, aku akan slalu merindukanmu” , foto angga dan vanny
Tidak ada komentar:
Posting Komentar